GULA REDUKSI
Gula pereduksi merupakan golongan gula (karbohidrat) yang
dapat mereduksi senyawa senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa.Ujung dari
suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto
bebas. Semua monosakarida (glukosa,
fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa,maltosa), kecuali sukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi.Umumnya gula pereduksi
yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi
pula gula pereduksi yang dihasilkan. Jumlah gula pereduksi yang dihasilkan
selama reaksi diukur dengan menggunakan pereaksi asam dinitro salisilat/dinitrosalycilic
acid (DNS) pada panjang gelombang 540 nm. Semakin tinggi
nilai absorbansi yang dihasilkan, semakin banyak pula gula pereduksi yang
terkandung.
![]() |
| Glucose |
![]() |
| D-fructose |
Reagensia
a. Reagensia Nelson:
Reagensia Nelson
A: larutkan 12,5 g Natrium karbonat anhidrat, 12,5 g garam Rochelle, 10 g
Natrium bikarbonat dan 100 g Natrium sulfat anhidrat dalam 350 ml air suling. Encerkan
sampai 500 ml.
Reagensia Nelson
B: larutkan 7,5 g CuSO4.5H2O dalam 50 ml air suling dan
tambahkan 1 tetes asam sulfat pekat.
Reagensia Nelson
dibuat dengan cara mencampur 25 bagian reagensia Nelson A dan 1 bagian
reagensia Nelson B. Pencampuran dikerjakan pada setiap hari akan digunakan.
b. Reagensia Arsenomolybdat
Larutkan 25 g
Ammonium molybdat dalam 450 ml air suling dan tambah 25 ml asam sulfat pekat. Larutkan
pada tempat yang lain 3 g Na2HAsO4.7H2O dalam
25 ml air suling, kemudian tuanglah larutan ini ke dalam larutan yang pertama. Simpan
dalam botol wwarna coklat dan diinkubasi pada suhu 37 oC selama 24
jam. Reagensia ini baru bisa digunakan setelah masa inkubasi tersebut,
reagensia ini berwarna kuning.
c. Pb-asetat
Buat larutan
Pb-asetat jenuh dan netralkan dengan NaOH. Untuk menghilangkan kelebihan Pb
yang digunakan dalam penjernihan, tambahkan ke dalam filtrat K atau Na-oksalat
anhidrat secukupnya.
d. Aluminium
hidroksida
Larutan tawas
dalam air (1:20), masukkan ke dalam ammonia 10% (1 bagian tawas: 1,1 bagian
ammonia 10%). Endapan yang diperoleh dibiarkan mengendap, cairan yang terdapat
diatasnya dituang. Endapan ditambah air, diaduk, dibiarkan, kemudian cairan
dituang lagi. Pekerjaan ini diulang kembali sampai cairannya tidak bereaksi
basis. Endapannya disimpan sebagai pasta.
Pembuatan Kurva Standar
a. Buat larutan
glukosa standar (10 mg glucose anhidrat/100 ml).
b. Dari larutan
glukosa standar tersebut dilakukan 6 pengenceran sehingga diperoleh larutan
glukosa dengan konsentrasi : 2, 4, 6, 8 dan 10 mg/100 ml.
c. Siapkan 7 tabung
reaksi yang bersih, masing-masing diisi dengan 1 ml larutan glukosa standar
tersebut diatas. Satu tabung diisi 1 ml air suling sebagai blanko.
d. Tambahkan ke
dalam masing-masing tabung diatas 1 ml reagensia Nelson (reagensia a), dan
panaskan semua tabung pada penangas air mendidih selama 20 menit.
e. Ambil semua
tabung dan segera dinginkan bersama-sama dalam gelas piala yang berisi air
dingin sehingga suhu tabung mencapai 25oC.
f. Setelah dingin
tambahkan reagensia Arsenomolybdat (reagensia b), gojog sampai semua endapan Cu2O
yang ada larut kembali.
g. Setelah semua
endapan Cu2O larut sempurna, tambahkan 7 ml air suling gojoglah
sampai homogeny.
h. Teralah “optical density” (OD) masing-masing
larutan tersebut pada panjang gelombang 540 nm.
i. Buatlah kurva
standar yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi glukosa dan OD.
Penentuan Gula Reduksi pada Sampel:
a. Siapkan larutan
sampel yang mempunyai kadar gula reduksi sekitar 2–8 mg/100 ml. Perlu
diperhatikan bahwa larutan contoh ini harus jernih, karena itu bila dijumpai
larutan contoh yang keruh atau berwarna maka perlu dilakukan penjernihan
terlebih dahulu menggunakan Pb-asetat atau bubur aluminium hidroksida
(reagensia c dan d).
b. Pipetlah 1 ml
larutan contoh yang jernih tersebut ke dalam tabung reaksi yang bersih.
c. Tambahkan 1 ml
reagensia Nelson, dan selanjutnya diperlakukan seperti pada penyiapan kurva
standar diatas.
d.
Jumlah gula reduksi dapat ditentukan berdasarkan OD
larutan contoh dan kurva standar larutan glukosa.
Pembuatan Larutan Luff Schoorl
· Ditambahkan 100 mL aquades
· Ditambahkan 50 mL H2O
· 310,4 gr Na2CO3.10H2O dimasukkan kedalam gelas kimia
· Ditambahkan 100 mL H2O kemudian dipanaskan
· Larutan 1,2,3 dicampurkan
· Dibiarkan semalam
sumber pustaka :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Gula_pereduksi diunduh 11 September 2012 pukul 05.50
2. http://andrianjati.blogspot.com/2012/03/analisa-gula-reduksi-sudarmadji-dkk.html diunduh pada 11 september 2012 pukul 06.01
3. http://tivachemchem.blogspot.com/2010/10/analisis-kualitatif-dan-kuantitatif.html diunduh 11 Septemer 2012 pukul 06.15


mana nih pembahasannya
BalasHapus